16.11.2006
Pusdiklat Baru Suzuki
Sampai September 2006, telah berdiri 10 Pusdiklat Suzuki dengan lulusan setaraf D1 dan D3. Selama 2006, telah diresmikan dua Pusdiklat baru, masing-masing di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Malang, Jawa Timur."


D1 di Banjarmasin, D3 di Malang
Upaya Suzuki untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam bidang otomotif, dilakukan dengan mendirikan Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Latihan) di berbagai daerah. Untuk ini, Suzuki menggandeng lembaga pendidikan setempat.

Sampai September 2006, telah berdiri 10 Pusdiklat Suzuki dengan lulusan setaraf D1 dan D3. Sedangkkan selama 2006, telah diresmikan dua Pusdiklat baru, masing-masing di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Malang, Jawa Timur. Dengan bertambahnya Pusdiklat ini, Soebronto Laras, Presdir PTIMNI dan ISI mengharapkan makin banyak tenaga-tenaga trampil daerah yang bisa dimanfaatkan oleh jaringan Suzuki atau pun melakukan wiraswasta. Terutama dalam usaha perbengkelan motor dan mobil. Dengan sendirinya meningkatkan perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Banjarmasin
Pusdiklat Suzuki di Banjarmasin yang dirintis melalui Main Dealernya di kota tersebut, PT Delta Abadisentosa di bawah pimpinan Teguh Djuandie - salah satu dealer Suzuki tertua di Indonesia - mengandeng Politeknik Banjarmasin (Poliban). Peresmian dilakukan pada 10 Juli lalu langsung oleh Soebronto Laras bersama Walikota Banjarmasin, H.Yudhi Wahyuni. Untuk ini, Suzuki menanam investasi berupa sarana pelatihan, seperti unit motor, perkakas kerja dan kelengkapan bengkel lain senilai Rp 400 juta. Dengan sarana bengkel yang lengkap, para lulusan Pusdiklat memperoleh Diploma-1 (D1) dan menjalani pendidikan selama setahun, sudah siap dimanfaatkan oleh jaringan bengkel Suzuki di Kalimatan Selatan.

"Jaringan kami membutuhkan mekanik siap pakai. Kebutuhan kami terhadap mekanik terus meningkat setiap setahun sesuai dengan pertambahan penjualan sepedamotor," jelas Teguh Djuandie, Dirut PT Delta Abadisentosa yang juga sudah mendirikan madrasah di Banjarmasin. Karena pertambahan motor dan penjualan Suzuki yang pesat itulah, ia merasa perlu Suzuki mendirikan Pusdiklat di Banjarmasin.

Sementara itu, Soebronto Laras dalam sambutannya menjelaskan, upaya Suzuki mengandeng perguruan tinggi dalam mendirikan Pusdiklat ini adalah untuk memperoleh tenaga siap pakai yang mengikuti perkembangan teknologi otomotif mutakhir.

"Pengusaha atau pelaku bisnis dan industri otomotif mengandalkan aplikasi teknologi terbaru agar bisa bersaing merebut hati konsumen. Kondisi ini tentu saja agak susah diikuti perguruan tinggi. Salah satu cara saling menguntungkan, baik perguruan tinggi atau lembaga pendidikan, masyarakat setempat maupun Suzuki dan dealernya sebagai pelaku bisnis, adalah mengandeng lembaga pendidik dan perguruan tinggi," urainya.

KERJASAMA PT ISI DENGAN LEMBAGA PENDIDIKAN SAMPAI 2005

Pusdiklat

Kota Tahun Berdiri Program
Warga Suzuki Surakarta Sept 2000 1 tahun (D1)
Suzuki Cikini Jakarta Sept 2001 1 tahun (D1)
Suzuki St. Louis Surabaya Sept 2002 1 tahun (D1)
Suzuki Pembangunan Makassar Sept 2003 1 tahun (D1)
Suzuki Immananuel Medan Sept 2004 1 tahun (D1)
Suzuki - UGM Jogjakarta Sept 2005 3 tahun (D3)
Suzuki - ISTN Jakarta Sept 2006 3 tahun (D3)


JUMLAH LULUSAN PUSDIKLAT

Pusdiklat

Tahun Lulusan

Jumlah

2001 2002 2003 2004 2005
Warga Suzuki 35 40 42 41 42 200
Suzuki Cikini - 31 41 41 42 155
Suzuki St. Louis - - 32 45 35 112
Suzuki Pembangunan - - - 28 30 58
Suzuki Immananuel - - - - 41 41
Suzuki - UGM - - - - 59 59
Suzuki - ISTN - - - - -
Total 35 71 115 155 249 625



Malang
Selanjutnya, pada 15 September 2006, Suzuki kembali meresmikan kerjasamanya dalam bidang pendidikan tenaga tehnisi dengan perguruan tinggi. Kali ini berada di Malang, Jawa Timur. Di kota dingin ini, Suzuki mengandeng Universitas Negara Malang untuk menyiapakan tenaga trampil dalam trampil di bidang otomotif setingkat D3. Ini merupakan kerjasama Suzuki ketiga dengan perguruan tinggi mempersiapkan tenaga D3. Sebelumnya, Suzuki sudah memulai kerjasama dengan Univesitas Gajah Mada, Jogjakarta dan ISTN (Institut Sain dan Teknologi Nasional), Jakarta.

Peresmian Pusdiklat ini dilakukan langsung oleh Presdir PT IMNI & ISI, Soebronto Laras dan Rektor Universitas Negara Malang, Iman SyafiŽie. Menurut Soebronto Laras, Pusdiklat setaraf politeknik dengan lulusan D3 diperlukan untuk bengkel-bengkel mobil Suzuki.

"Teknologi mobil makin canggih dan jumlah komponennya makin banyak bekerja secara elektronik dan komputer. Di samping itu, juga ada kaitannya dengan lingkungan, yaitu mesin yang rendah emisi gas buangnya. Karena itulah, dalam kerjasama ini kami menggandeng perguruan yang sudah mapan dan punya reputasi baik," jelasnya. Dengan adanya Pusdiklat ini, selain dapat menstrasfer teknologi otomotif terbaru, ke perguruan tinggi, Suzuki juga memperoleh keuntungan dalam biaya mendidik tenaga untuk pelayanan purna jual. "Secara ekonomis kita juga terbantu. Begitu juga dealer setempat dan sekitarnya. Mereka tak perlu jauh-jauh ke Jakarta mengirim mekanik atau staff bengkelnya. Begitu untuk memperoleh tenaga yang trampil," tambah Soebronto.

Sedangkan Rektor UNM sangat gembira dengan kerjasama ini. "Otomotif merupakan salah satu bidang industri dan bisnis yang paling banyak menyerap tenaga kerja trampil. Kita memperoleh bantuan mesin-mesin, instruktur dan sarana praktek dan teori lainnya dari Suzuki. Dengan ini, kami dari perguruan tinggi dapat menyiapkan lulusan yang siap pakai di industri," komentarnya.
Selain di Banjarmasin, Suzuki sudah bekerja sama dengan sekolah kejuruan di beberapa daerah untuk memperoleh lulusan setingkat D1, yaitu di Surakarta, Jakarta, Makassar dan Medan.

 
 
 

2013

2012

2011

2010

2009

2008

2007

2006

2005

2004

2003