Sampai September 2006, telah berdiri 10 Pusdiklat Suzuki dengan lulusan setaraf
D1 dan D3. Selama 2006, telah diresmikan dua Pusdiklat baru, masing-masing di Banjarmasin,
Kalimantan Selatan dan Malang, Jawa Timur."
D1 di Banjarmasin, D3 di Malang
Upaya Suzuki untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam bidang
otomotif, dilakukan dengan mendirikan Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Latihan) di berbagai
daerah. Untuk ini, Suzuki menggandeng lembaga pendidikan setempat.
Sampai September 2006, telah berdiri 10 Pusdiklat Suzuki dengan lulusan setaraf D1 dan D3.
Sedangkkan selama 2006, telah diresmikan dua Pusdiklat baru, masing-masing di Banjarmasin,
Kalimantan Selatan dan Malang, Jawa Timur. Dengan bertambahnya Pusdiklat ini, Soebronto
Laras, Presdir PTIMNI dan ISI mengharapkan makin banyak tenaga-tenaga trampil daerah yang
bisa dimanfaatkan oleh jaringan Suzuki atau pun melakukan wiraswasta. Terutama dalam usaha
perbengkelan motor dan mobil. Dengan sendirinya meningkatkan perkembangan ekonomi dan
kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Banjarmasin
Pusdiklat Suzuki di Banjarmasin yang dirintis melalui Main Dealernya di kota tersebut, PT
Delta Abadisentosa di bawah pimpinan Teguh Djuandie - salah satu dealer Suzuki tertua di
Indonesia - mengandeng Politeknik Banjarmasin (Poliban). Peresmian dilakukan pada 10 Juli
lalu langsung oleh Soebronto Laras bersama Walikota Banjarmasin, H.Yudhi Wahyuni. Untuk
ini, Suzuki menanam investasi berupa sarana pelatihan, seperti unit motor, perkakas kerja
dan kelengkapan bengkel lain senilai Rp 400 juta. Dengan sarana bengkel yang lengkap, para
lulusan Pusdiklat memperoleh Diploma-1 (D1) dan menjalani pendidikan selama setahun, sudah
siap dimanfaatkan oleh jaringan bengkel Suzuki di Kalimatan Selatan.
"Jaringan kami membutuhkan mekanik siap pakai. Kebutuhan kami terhadap mekanik terus
meningkat setiap setahun sesuai dengan pertambahan penjualan sepedamotor," jelas
Teguh Djuandie, Dirut PT Delta Abadisentosa yang juga sudah mendirikan madrasah di
Banjarmasin. Karena pertambahan motor dan penjualan Suzuki yang pesat itulah, ia merasa
perlu Suzuki mendirikan Pusdiklat di Banjarmasin.
Sementara itu, Soebronto Laras dalam sambutannya menjelaskan, upaya Suzuki mengandeng
perguruan tinggi dalam mendirikan Pusdiklat ini adalah untuk memperoleh tenaga siap pakai
yang mengikuti perkembangan teknologi otomotif mutakhir.
"Pengusaha atau pelaku bisnis dan industri otomotif mengandalkan aplikasi teknologi
terbaru agar bisa bersaing merebut hati konsumen. Kondisi ini tentu saja agak susah
diikuti perguruan tinggi. Salah satu cara saling menguntungkan, baik perguruan tinggi atau
lembaga pendidikan, masyarakat setempat maupun Suzuki dan dealernya sebagai pelaku bisnis,
adalah mengandeng lembaga pendidik dan perguruan tinggi," urainya.
KERJASAMA PT ISI DENGAN LEMBAGA PENDIDIKAN SAMPAI 2005
Pusdiklat |
Kota |
Tahun Berdiri |
Program |
| Warga Suzuki |
Surakarta |
Sept 2000 |
1 tahun (D1) |
| Suzuki Cikini |
Jakarta |
Sept 2001 |
1 tahun (D1) |
| Suzuki St. Louis |
Surabaya |
Sept 2002 |
1 tahun (D1) |
| Suzuki Pembangunan |
Makassar |
Sept 2003 |
1 tahun (D1) |
| Suzuki Immananuel |
Medan |
Sept 2004 |
1 tahun (D1) |
| Suzuki - UGM |
Jogjakarta |
Sept 2005 |
3 tahun (D3) |
| Suzuki - ISTN |
Jakarta |
Sept 2006 |
3 tahun (D3) |
|
JUMLAH LULUSAN PUSDIKLAT
Pusdiklat |
Tahun
Lulusan |
Jumlah |
| 2001 |
2002 |
2003 |
2004 |
2005 |
| Warga Suzuki |
35 |
40 |
42 |
41 |
42 |
200 |
| Suzuki Cikini |
- |
31 |
41 |
41 |
42 |
155 |
| Suzuki St. Louis |
- |
- |
32 |
45 |
35 |
112 |
| Suzuki Pembangunan |
- |
- |
- |
28 |
30 |
58 |
| Suzuki Immananuel |
- |
- |
- |
- |
41 |
41 |
| Suzuki - UGM |
- |
- |
- |
- |
59 |
59 |
| Suzuki - ISTN |
- |
- |
- |
- |
- |
|
| Total |
35 |
71 |
115 |
155 |
249 |
625 |
|
Malang
Selanjutnya, pada 15 September 2006, Suzuki kembali meresmikan kerjasamanya dalam bidang
pendidikan tenaga tehnisi dengan perguruan tinggi. Kali ini berada di Malang, Jawa Timur.
Di kota dingin ini, Suzuki mengandeng Universitas Negara Malang untuk menyiapakan tenaga
trampil dalam trampil di bidang otomotif setingkat D3. Ini merupakan kerjasama Suzuki
ketiga dengan perguruan tinggi mempersiapkan tenaga D3. Sebelumnya, Suzuki sudah memulai
kerjasama dengan Univesitas Gajah Mada, Jogjakarta dan ISTN (Institut Sain dan Teknologi
Nasional), Jakarta.
Peresmian Pusdiklat ini dilakukan langsung oleh Presdir PT IMNI & ISI, Soebronto Laras
dan Rektor Universitas Negara Malang, Iman SyafiŽie. Menurut Soebronto Laras, Pusdiklat
setaraf politeknik dengan lulusan D3 diperlukan untuk bengkel-bengkel mobil Suzuki.
"Teknologi mobil makin canggih dan jumlah komponennya makin banyak bekerja secara
elektronik dan komputer. Di samping itu, juga ada kaitannya dengan lingkungan, yaitu mesin
yang rendah emisi gas buangnya. Karena itulah, dalam kerjasama ini kami menggandeng
perguruan yang sudah mapan dan punya reputasi baik," jelasnya. Dengan adanya
Pusdiklat ini, selain dapat menstrasfer teknologi otomotif terbaru, ke perguruan tinggi,
Suzuki juga memperoleh keuntungan dalam biaya mendidik tenaga untuk pelayanan purna jual.
"Secara ekonomis kita juga terbantu. Begitu juga dealer setempat dan sekitarnya.
Mereka tak perlu jauh-jauh ke Jakarta mengirim mekanik atau staff bengkelnya. Begitu untuk
memperoleh tenaga yang trampil," tambah Soebronto.
Sedangkan Rektor UNM sangat gembira dengan kerjasama ini. "Otomotif merupakan salah
satu bidang industri dan bisnis yang paling banyak menyerap tenaga kerja trampil. Kita
memperoleh bantuan mesin-mesin, instruktur dan sarana praktek dan teori lainnya dari
Suzuki. Dengan ini, kami dari perguruan tinggi dapat menyiapkan lulusan yang siap pakai di
industri," komentarnya.
Selain di Banjarmasin, Suzuki sudah bekerja sama dengan sekolah kejuruan di beberapa
daerah untuk memperoleh lulusan setingkat D1, yaitu di Surakarta, Jakarta, Makassar dan
Medan.
|